Dari Pertemuan Masyarakat Indonesia Dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Loma Linda. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN & RB), E.E. Mangindaan, bersama ibu, menghadiri acara pertemuan dengan masyarakat Indonesia di California yang diselenggarakan oleh Kerukunan Kawanua di California (KKC), di Loma Linda Hall, Loma Linda, California, Selasa (10/08) malam. Acara ini juga dihardiri oleh Konsul Jenderal RI di Los Angeles, bapak Subijaksono Sujono, yang lebih dikenal dengan pak Soni, bersama ibu, Chancery/Consul, ibu Magdalena Tompodung yang lebih dikenal dengan ibu Rika.
Ratusan warga juga hadir dalam acara Pertemuan MenPAN & RB dengan Masyarakat Indonesia ini. Rencananya dari panitia, agenda ini berlangsung dari jam 7 malam sampai dengan jam 10 malam, namun karena masyarakat Indonesia masih ingin berdialog dengan bapak menteri, akhirnya acara ini diperpanjang sampai jam 11:30 malam.
Acara ini didahului dengan acara makan bersama, disambung dengan sambutan oleh ketua panitia, Denny Sondakh, ketua umum KKC, Jimmy Manese, dan Konjen RI di Los Angeles, bapak Subijaksono Sujono. Kemudian Penjelasan perkembangan di Indonesia oleh MenPAN & RB, bapak E.E. Mangindaan, dan dilanjutkan dengan dialog dengan masyarakat Indonesia.
Inti penjelasan Mangindaan seputar perkembangan reformasi birokrasi aparatur Negara. Mangindaan mengatakan, sekarang ini pemerintah sedang berupaya untuk memperkecil ruang gerak atau kesempatan untuk korupsi. Dengan hasil reformasi ini, pendapatan Negara naik. Sebagai indicator, pendapatan Negara pada tahun 2004 adalah 300 lebih triliun rupiah dan pada tahun 2010, pendapatan Negara mencapai 1,100 lebih triliun rupiah.
Sebagai konsekwensi reformasi birokrasi dan untuk memperkecil ruang gerak korupsi, ribuan pegawai negeri sipil (PNS) yang telah dipecat dan ratusan kepala daerah yang telah menjadi tersangka oleh KPK dan BPK. Dan proses ini masih berlanjut.
Mangindaan juga menyinggung soal belanja Negara yang masih berat pada belanja pegawai. “Idealnya belanja pegawai kurang dari 50 persen dari APBN. Tapi sekarang masih mencapai 59 persen hanya untuk 4.7 juta PNS. Ini berarti lebih dari 59 persen belanja Negara baru dinikmati oleh 2.1 persen dari sekitar 237 juta total penduduk Indonesia. Hal ini yang masih dalam proses reformasi.” Tegas Mangindaan kepada masyarakat Indonesia. “Dan ini menjadi prioritas nasional dan pemerintah sekarang ini, yaitu Reformasi Birokrasi. Jadi jangan heran kalau departemen saya ditambah kata ‘Reformasi Birokrasi’.” Tambahnya.
Penjelasan Mangindaan ini mendapat respons yang positif dari masyarakat Indonesia yang hadir. Paling sedikit ada 9 orang yang bertanya dan mendapatkan penjelasan yang rinci dari MenPAN & RB. Elisnar Sianipar, tokoh masyarakat Batak, menanyakan masalah birokrasi di Airport saat memulangkan mayat seorang warga ke Indonesia. Juga masalah pengurusan passport. Menurut Mangindaan, pemerintah sudah menyediakan kotak 5000. Seluruh PNS sudah ada di database. Jadi kalau ada masalah, laporkan kepada aparat penegak hukum. Kalau laporannya lengkap dan ada bukti, pasti akan ditindak.
Hans Podom,sekertaris umum BKS, Pdt. Jan Kotji, dan Ricky Jacob, menanyakan masalah pembakaran gereja dan sulitnya mendapatkan ijin untuk bagun gereja di Indonesia. Menurut Mangindaan, pemerintah telah mengambil langkah-langkah aktif. Kalau ada yang melanggar hukum, pasti ditindak. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara hukum, dan kita harus tunduk pada hukum. Soal ijin bangun gereja, kalau semua tuntutan telah dilengkapi, pasti ijin akan dikeluarkan. Kalaupun masih ada tindakan tidak adil, marilah kita mengampuni mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Tapi, masalah ini juga kami sudah tanyakan kepada Menteri Agama RI, bahkan istri pergi langsung ke pak Menteri Agama.
Lain lagi dengan Eddy Sendow yang mengaku sudah berpengalaman selama 15 tahun di bidang home care. Kiranya pemerintah memperhatikan masalah orang cacat. Menurut Mangindaan, pertanyaan ini memang diseriusi oleh Pemerintah karena Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan orang cacat mental ini juga bagian dari rakyat Indonesia.
KKC
Pada kesempatan ini, Ketua Umum KKC memperkenalkan susunan pengurus KKC yang baru yang dimodifikasi dari pengurus yang lama. Susunan pengurus yang baru ini diperkenalkan kepada MenPAN, Konjen RI di Los Angeles, para pemuka masyarakat dan hadirin. Pengurus inti dari KKC yang baru terdiri dari Ketua Umum, Jimmy Manese, dibantu oleh Ketua-Ketua, Max Oroh, Melani Lintuuran, Welly Rey, Bennie Lumowa; Sekertari Umum, Denny Sondakh, dibantu oleh sekertaris Max Sumanti dan Raymond Mandolang; serta Bendahara Umum, Anna Mamesah, serta wakil Decky Lintuuran dan Annie Rajo.
Susunan Lengkap Badan Pengurus:
Dewan Penasehat:
HAM Mamanua, Altje Pandelaki, Ronny Rambing, Avieene Gonie
Badan Pengurus KKC
Ketua Umum: Jimmy Manese
Ketua: Max Oroh, Melani Lintuuran, Welly Rey, Glenn Walewangko, Bennie Lumowa
Sekretaris Umum: Denny Sondakh
Sekretaris: Maxi Sumanti, Raymond Mandolang
Bendahara Umum: Anna Mamesah Kaseger
Bendahara:Decky Lintuuran, Annie Rajo
Bidang Penunjang Khusus:
Johnny Mamesah, Jerry Kirojan, Henky Rumagit, Jeffrey Sangari
Bidang Keanggotaan & Perkumpulan
Paul Lalawi, Jantje Worang, David Mudeng, Soni Bulu,
Bidang Kerohanian
Herry Sompotan, Sylvia Lengkong, Itje Lumingkewas.
Bidang Sosial & Pengabdian Masyarakat
Jeane Tambuwun, Ellen Wahongan, Riske Waani, Youla Kussoy.
Seni & Budaya
Sientje Terok, Sylvia Tendean, Kathy Londa.
Multi Media & Dokumentasi
Kenneth Mambo, Abraham Malonda, Jeffrey Paulus.
Bidang Pemberdayaan Perempuan
Non Sangian, Hetty Wuisang, Itje Malonda
Bidang Humas
Eki Gondosaputro, Rano Lebe, Rajen Lolong, John Sondakh,
Novi Sumarauw, Bobby Giroth, Mario Bororing.