Transportasi Manado Harus Dibenahi
Sulutlink Manado. Lima hari pasca dirubahnya lalu lintas dalam kota Manado, berbagai pendapat timbul. Sebagian penumpang mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan angkutan kota karena trayek dalam kota yang dirubah tanpa pemberitahuan secara meluas.
Demikian pula dengan ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang menolak perubahan jalur. Menurut mereka, perubahan jalur membuat pendapatan sopir berkurang. Demikian tuntutan mereka ketika melakukan demo
penolakan perubahan jalur tersebut beberapa hari lalu.
Memang terasa perbedaan itu. Jalur searah dari arah Malalayang menuju ke pusat kota. Dari pusat kota ke arah jalan Kembang, Kampus dan Malalayang jadi searah melewati jalan Sario.
Hanya saja menurut pemantauan Sulutlink, terjadi penurunan titik kemacetan.Sebelumnya kemacetan terjadi di beberapa tempat, seperti di ruas Sario, jalan Sam Ratulangi. Kini, berkurang yang nampak tinggal kemacetan di ujung Boulevard Manado.
Sejumlah pihak berpendapat, transportasi dalam kota Manado memang sudah harus ditata kembali. Jumlah kendaraan pribadi terutama sepeda motor makin banyak jumlahnya. Sementara infrastruktur jalan dalam kota
relatif tidak bertambah. Dengan demikian terjadi peningkatan volume kendaraan dengan jalan yang tidak seimbang. Kalau sudah begitu pasti terjadi kemacetan.
